Sabtu, 05 Desember 2020

"MEMILIH PEMIMPIN ATAU PENGUASA...?"


    Sabtu, 05 Desember 2020.

Malam itu kami bertemu lagi setelah sekian lama tak berjumpa. Ya, bisa dibayangkan bertemu dengan sahabat yang sudah lama tak bertemu, dan tak terbayangkan saat-saat itu muncul saja didepan mata. Cerita lama yang kembali dalam ingatan, saat masih kanak kanak di sekolah dasar yang 6 tahun kami lalui, dengan vulgar kami kisahkan secara bersama. Rasa yang sudah lama tak pernah dirasakan, kami merasakan kembali di tahun 70-an.


Di sebuah Cafe yang sederhana di tengah Kota Sungai Penuh kami duduk berhadap-hadapan, memandang wajah satu sama lain sambil tersenyum aku bergumam dalam 
hati, ‘tak ada satupun yang berubah darinya’ . Dia tetaplah sahabatku yang ramah, antusias dan cukup filosofi dalam menjalani setiap tantangan dalam hidupnya. Bagaimana tidak? Sebelum aku mulai bercerita, dia sudah mulai dengan antusiasme yang tak kunjung padam.

Kata orang jika bertemu setiap sahabat pasti masa lalu yang terlintas dipikiran. Tapi kali ini sobatku ini lain dari pada yang lain.  Kuikuti arahnya, supaya sobatku merasa nyaman. Sesekali kuselingi dengan kata kataku yang pas dengan ekpressi senang.  Ternyata, uraian dari kata katanya mengarah ke politik. Yang saat ini ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat mulai dari kedai kedai kopi pinggir jalan sampai ke cafe cafe yang bertebaran di setiap sudut Kota Sungai Penuh. Tak terasa perbincangan kami sudah jauh mengarah tentang masa depan negeri yang saat ini sedang melaksanakan pesta demokrasi.       
Pesta untuk menentukan pemimpin masa depan dari sebuah Kota Kecil yang bernama Kota Sungai Penuh. Saat ini sedang antusias di bicarakan di berbagai kalangan. Aku sedikit kaget sahabatku ini jauh berubah pola pikirnya dan tidaklah orang sembarangan dan begitu sangat paham tentang politik. Aku lebih banyak mendengar dari pada bicara, dari kata katanya penuh dengan intrik intrik politik seperti halnya seorang politikus ulung.

Dari perbincangan kami malam itu satu kalimat yang selalu saya ingatkan sampai saat ini, "Sobat..ingat ya...? KITA MEMILIH PEMIMPIN, BUKAN MEMILIH PENGUASA". Kalimat tersebut sampai saat ini selalu jadi buah pikiranku. Benar juga, ya....Tak terasa sudah larut malam, pemilik cafe pun sudah mulai ingin menutup usahanya. Akupun mengerti seperti biasanya, Akhirnya kami pamit untuk pulang. Dan kami akan janji dilain waktu kami akan bertemu lagi di tempat yang sama.

(http://goo.gl/ndyBMh)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar