Minggu, 26 Maret 2017

Ada 43 Khasiat Bawang Dayak Bagi Kesehatan

Bawang Dayak adalah tanaman yang memiliki nama latin Eleutherine palmifolia. Bawang Dayak memiliki nama lokal yang beragam seperti Bawang Tiwai, bawang sabrang, bawang berlian, bawang lubak, teki sebrang atau bawang hantu.
Bawang dayak banyak tumbuh liar di hutan­hutan. Tumbuhan yang berasal dari benua Amerika ini, banyak terdapat di daerah pegunungan antara
600­1500 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tempat ­tempat terbuka yang tanahnya kaya akan humus dan cukup lembab.
Bawang dayak merupakan tanaman herba beranak banyak membentuk rumpun yang padat seperti daun anggrek tanah. Umbinya panjang,
berbentuk bulat telur, berbulu, dan berwarna merah. Selain sebagai tanaman obat, bawang dayak ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
Daunnya berbentuk pita sepanjang 15­20 cm, lebar 3­5 cm mirip palem. Bunganya mungil berkelopak lima dan berwarna putih, mekar pada waktu
gelap dan hanya beberapa jam saja, Tanaman yang membutuhkan sinar matahari langsung ini diperbanyak dengan anakan atau umbi.
Menurut Kementrian Ristek (2002), bawang dayak dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
      Kingdom       :   Plantae
      Divisio          :   Spermatophyta
      Sub Divisio  :    Angiospermae
      Kelas            :   Monocotyledonae
      Ordo             :   Liliales
      Famili            :   Iridaecae
      Genus           :   Eleutherine
      Spesies        :    Eleutherine americana L. Merr.


Tumbuhan ini merupakan tanaman menahun. Tinggi tanaman ini hanya mencapai 30 cm, batangnya tumbuh tegak atau merunduk, berumbi yang
berbentuk kerucut dan warnanya merah. Daunnya ada dua macam, yaitu yang sempurna berbentuk pita dengan ujungnya runcing, sedangkan daundaun lainnya berbentuk menyerupai batang. Bunganya berupa bunga tunggal, warnanya putih, terdapat pada ketiak­ketiak daun bagian atas, dalam
rumpun­rumpun bunga yang terdiri dari 4 sampai 10 bunga. Buah kotaknya berbentuk corong dengan bagian ujungnya berlekuk, bila merekah
menjadi dua rongga yang berisi banyak biji. Bentuk bijinya bulat telur atau hampir bujur sangkar (Sastrapradja dkk., 1980).
Kandungan kimia dari bawang dayak selain dari umbi juga terdapat pada daun dan akar, yaitu flavonoida dan polifenol. Umbi bawang dayak
bermanfaat sebagai obat sembelit, peluruh air seni, kanker payudara, maag dan sebagai perangsang muntah (Kementerian Ristek, 2002).
Tanaman memiliki banyak nama sesuai daerahnya, di Sumatera disebut bawang kapal (melayu), bawang sabrang dalam bahasa Sunda dan
brambang sabrang dalam bahasa Jawa Tengah. Di Kalimantan Timur bawang dayak disebut bawang tiwai. Di Malaysia disebut bawang bara dan di
Thailand disebut hom daeng (Data Center, 2003).
Syarat Tumbuh Bawang Dayak
1.Iklim
   Unsur­unsur iklim sangat berpengaruh dalam budidaya bawang dayak terutama elevasi    (ketinggian tempat) dan suhu. Bawang dayak dapat tumbuh di
   daerah dengan ketinggian 600­1300 m dpl (Trisonthi dan Trisonthi, 1999). Suhu yang          cocok antara 18­35°C (Data Center, 2003)
   Daerah Kutai Kartanegara secara umum dikenal sebagai wilayah yang beriklim tropis        basah dengan curah hujan berkisar antara 2012­4285 mm
   tahun­1 dengan jumlah hujan 91­163 hari tahun­1 tanpa bulan kering dengan kelembapan    udara cukup tinggi berkisar antara 82,3%, temperatur ratarata 26,6oC (KIPPK, 2005).
2. Tanah
    Tanah adalah salah satu faktor produksi, karena merupakan media tumbuh Selain             berfungsi sebagai tempat berdiri juga scbagai gudang zat­zat hara
    yang di butuhkan oleh tanaman yang tumbuh di atasnya.
    
Menurut Mardisiswajo dan Sudarso (1971), bawang dayak tidak memerlukan                     persyaratan tanah yang khusus. Hampir pada berbagai jenis tanah,
bawang dayak dapat beradaptasi secara optimal.
a. Struktur Tanah
    Tanah yang gembur dan subur serta kaya akan humus sangat baik untuk                   
    pertumbuhan bawang dayak . Selain itu, aerasi dan draenasi tanah juga
    harus baik, serta kaya bahan organik sehingga akan tersedia unsur hara bagi tanaman     serta kapasitas mengikat air yang tinggi.
b. Tekstur
    Tekstur tanah yang baik untuk pertumbuhan bawang dayak adalah tekstur lempung,          lempung berpasir dan lempung berdebu.
c. Kemasaman Tanah (pH)
    Bawang dayak tumbuh baik pada pH 5,5 sedangkan pH      
    yang optimal untuk         
    pertumbuhan bawang dayak adalah 7,5. Bawang dayak untuk tumbuh
    dan berproduksi optimal tidak memerlukan jenis tanah dan iklim khusus, akan tetapi       
  diperlukan pengolahan tanah yang cukup memadai untuk
    pertumbuhannya. Tanah yang dikehendaki oleh bawang dayak pada umumnya sama       dengan yang dikehendaki oleh tanaman herba yaitu tanah yang
    gembur. Tanah­tanah berat masih dapat ditanami bawang dayak dengan pengerjaan      
    tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi
    dalam tanah berlangsung dengan baik
    (sumber: Cybex Deptan)


Masyarakat Dayak biasa menyebutnya dengan “bawang hutan atau bawang kambe” sudah lama dipakai masyarakat setempat untuk pengobatan aneka penyakit.

Kandungan senyawa aktif dalam bawang dayak sangat lengkap sehingga sangat wajar khasiatnya banyak. Senyawa ini meliputi alkaloid, steroid, glikosida, flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Salah satu dari senyawa ini, yaitu flavonoid dapat berkhasiat sebagai antikanker, antiviral, anti-inflamasi, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta penangkap radikal bebas.

Kekuatan aktivitas antioksidan senyawa flavonoid tergantung pada jumlah dan posisi dari gugus OH dalam molekul flavonoid. Semakin banyak gugus OH, aktivitas antiradikalnya semakin tinggi.

Beberapa penelitian dan pengujian telah dilakukan untuk membuktikan khasiat bawang dayak. Di antaranya oleh Fakultas Farmasi ITB Bandung yang mengkaji pengaruh pengolahan simplisia terhadap kandungan metabolit utama bawang dayak. Bawang dayak dapat digunakan langsung secara segar atau dikeringkan.

Untuk mendapatkan khasiat maksimal, sebaiknya bawang dayak diperoleh ketika pertumbuhannya mencapai puncak vegetatif, yaitu ketika baru muncul kuncup bunga.

Naiknya popularitas bawang dayak sangat beralasan karena didukung oleh bukti-bukti akurat yang telah merasakan khasiat dahsyat si umbi ajaib ini. Salah satunya dialami oleh Ibu Titiek Sri Rahayu, asal Jakarta. Ia mencoba mengonsumsi bawang dayak setelah divonis menderita kanker payudara oleh dokter.

Ketika itu, dokter menyarankannya untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Ia rajin mengonsumsinya sebanyak 3 kali sehari, yaitu saat pagi, siang, dan sore. Alhamdulillah, benjolan yang semula 7 cm x 4 cm tinggal sebesar kacang tanah. Ia merasakan betul khasiatnya dengan menyaksikan penyusutan massa benjolannya dari hari ke hari.

Khasiat bawang dayak dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan hingga penyakit berbahaya, bahkan mematikan. Misalnya, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, tuberkulosis, bronkitis, radang rektum, asam urat, radang prostat, ambeien, peluruh lemak, bisul, hepatitis, dan peningkat gairah seksual.

AgroMedia Pustaka menerbitkan buku Bawang Dayak Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit yang akan membahas secara tuntas tentang bawang dayak ini. Buku ini disusun Ni Luh Indrawati, S.Farm., Apt. dan Razimin, S.Si., Apt.

Di dalamnya dijelaskan mulai dari mengenal bawang dayak sebagai mutiara Borneo yang memiliki segudang khasiat, pembahasan ilmiah bawang dayak, manfaat bawang dayak untuk menumpas aneka penyakit, teknik peracikan untuk pengobatan, hingga ramuan bawang dayak secara spesifik untuk 23 jenis penyakit ringan dan berat, seperti kanker, diabetes, jantung, hipertensi, hepatitis, TBC, bronkitis, sinusitis, radang, asam urat, rematik, infeksi, gondok, pencernaan, ambeien, nyeri haid, bisul, kewanitaan, dan peningkat gairah seksual.

Ada juga sebagian orang menyebutnya sebagai Bawang Berlian atau Bawang Arab. Bawang Sabrang membutuhkan syarat hidup pada ketinggian antara 600 – 2000 m dpl. Sangat cocok bila berada pada lahan yang kaya akan belerang. Bentuk dan warnanya lebih mirip bawang merah lanang.

Tanamannya sendiri memiliki ciri daunnya berbentuk pita sepanjang 15-20 cm, lebar 3-5 cm mirip palem dengan tulang daun sejajar. Bunga berwarna putih dengan kelopak berjumlah lima. Penduduk lokal di Kalimantan sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional. Bagian yang dapat dimanfaatkan pada tanaman ini adalah umbinya.

Khasiat Bawang Dayak
Bawang Dayak/ Borneo dapat membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit, antara lain :
1. Amandel
2. Ambeien
3. Asam Urat
4. Asma
5. Bisul
6. Bronkhitis
7. Darah Rendah
8. Diabetes Melitus
9. Epilepsi
10. Gangguan Pencernaan Lambung
11. Gangguan Seksual
12. Ginjal
13. Gondok
14. Hepatitis
15. Hipertensi / Darah Tinggi
16. Insomnia
17. Jantung
18. Kanker Kelenjar Getah Bening
19. Kanker Paru – Paru
20. Kanker Payudara
21. Kanker Rahim
22. Kanker Usus
23. Keputihan
24. Kista
25. Kolesterol
26. Maag
27. Migrain
28. Myom
29. Obat Muntah
30. Pelupa / Menurunnya Fungsi Ingatan
31. Peluruh Kemih
32. Pencahar
33. Prostat
34. Radang Usus
35. Rematik
36. Sakit Kuning
37. Sakit Perut
38. Sakit Pinggang
39. Stamina
40. Stroke
41. TBC
42. Vertigo
43. Vitalitas

Para ahli berpendapat bahwa antioksidan mampu mereduksi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Penggunaan antioksidan alami saat ini dianggap lebih aman karena antioksidan alami diperoleh dari ekstrak tanaman. Antioksidan alami yang terdapat pada tanaman antara lain kelompok flavonoid berupa senyawa polifenol.  bawang dayak memiliki kelompok flavonoid.

Didalam referensi Buku Tanaman Obat Indonesia disebutkan bahwa kandungan Bawang Tiwai ini meliputi :Polifenol, Tanin, Alkaloid, Saponin, Triterpenoid, Stroid, GlIkosida, Fenolik dan Flavonoid (kandungan senyawa lainnya masih dalam penelitian). Sudah sejak lama bawang dayak dimanfaatkan sebagai obat aneka penyakit. Meskipun demikian, studi mengenai manfaat bawang dayak untuk kesehatan masih belum banyak dilakukan.

Bawang dayak untuk obat hipertensi dan diabetes
Menurut Prof Dr Sidik Apt (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) bawang dayak mengandung alisin. Senyawa inilah yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah.

Kandungan naphtoquinones dalam bawang dayak dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial, dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan.  (gek)

 Dirangkum berbagai Sumber: 
 wartanews
 https://bawangdayak.net/ 
 https://bawangdayak.net/khasiat­bawang­dayak/ https://bawangdayak.net/cara­konsumsi­  bawang­dayak/ https://bawangdayak.net/privacy­policy/ 
 https://bawangdayak.net/disclaimer/
 https://bawangdayak.net/bawang­dayak­si­raja­tanaman­obat/ 2/3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar